Cerita Rakyat “Legenda Timun Mas”

Cerita Rakyat “Legenda Timun Mas”

Cerita Rakyat “Legenda Timun Mas”

Cerita Rakyat “Legenda Timun Mas”

Cerita legenda Timun Mas sudah dulu kami posting sebelumnya. Kali ini kami memposting versi yang lebih lengkap berasal dari Cerita Rakyat Timun Mas ini. Dongeng yang berasal berasal dari Jawa Tengah ini terlampau menarik dan terlampau sayang untuk di lewatkan. Selamat membaca.

Cerita Legenda Timun Mas berasal dari Jawa Tengah

Di sebuah desa hiduplah seorang perempuan tua bernama Mbok Yem. Ia hidup sebatang kara. Mbok Yem menghendaki sekali memiliki seorang anak, supaya sanggup memelihara dirinya yang sudah menjadi tua. Namun, itu semua mustahil karena ia tidak membawa suami.
Bandar Taruhan
Setiap hari MbokYem pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Pada suatu hari, di tengah hutan. Ia berjumpa bersama dengan seorang raksasa yang terlampau menyeramkan. Tubuh raksasa itu lebih tinggi berasal dari pohon. Kulitnya penuh bersama dengan bulu yang kasar. Kulitnya gelap. Mulutnya terdapat sepasang taring yang sagat tajam. Kukunya panjang dan kontor.

Mbok Yem terlampau ketakutan. Tubuhnya gemetaran memandang mahluk yang terlampau besar itu. Raksasa itu berkata bersama dengan suara yang terlampau membahana,” Hei, perempuan tua? Jangan takut, aku tidak akan memakanmu. Kamu sudah terlampau tua. Dagingmu keras dan tidak enak. Aku singgah kesini cuma menghendaki mengimbuhkan suatu hal padamu.”

Raksasa itu mengimbuhkan beberapa butir benih tanaman dan berkata,”Tanamlah benih ini dan rawatlah bersama dengan baik dan kau akan memperoleh semua yang kau menghendaki sepanjang ini.. tetapi ingat, kau tidak boleh menikmatnya seorang diri. Kau perlu memberikannya kepadaku termasuk sebagai isyarat terima kasih.”

Mbok Yem cuma mengangguk. Ia segera pulang ke rumahnya. Setiba Mbok Yem dirumah, sesuai bersama dengan panduan si raksasa itu, di tanamlah benih tersebut. Ajaibnya, keesokan harinya, benih tanaman itu sudah tumbuh jadi tanaman mentimun. Buah-buahnya besar-besar. Jika terkena sinar matahari, warnanya besinar layaknya emas.

Karena penasaran bersama dengan bersama dengan buah mentimun itu, akhirnya di petiklah satu yang paling besar. Ketika di belah, Mbok Yem terlampau terkejut. Di di dalam timun selanjutnya tersedia seorang bayi perempuan yang terlampau cantik.

“Jadi ini maksud berasal dari ucapan si raksasa.” ujarnya di dalam hati.

Betapa senangnya Mbok Yem. Tidak dulu terbayangkan akan membawa seorang anak perempuan yang terlampau cantik. Karena lahir berasal dari buah mentimun berwarna keemasan. Anak itu di beri nama Timun Mas.

Keesokan harinya, di hutan, Mbok Yem berjumpa ulang engan si raksasa Raksasa itu berkata, ” Engakau sudah memperoleh apa yang kau menghendaki sepanjang ini. Sesuai bersama dengan janjimu, engkau perlu membaginya denganku.”

Mbok Yem bingung, ia bertanya, ” Bagaimna kemungkinan bayi perempuan sanggup dibagi?”

“Tidak usah bingung perempuan tua. Kau boleh memilikinya hingga umur 17 tahun. Selanjutnya. Anak itu akan jadi santapanku.” Jelas raksasa.

“Baiklah raksasa. Aku akan memelihara anak itu, dan beranggap anak itu anakku sendiri hingga umur 17 tahun,” ujar Mbok Yem.

Timun Mas tumbuh jadi seorang gadis yang terlampau baik hati dan cantik jelita. Kulitnya kuning langsat. Tubuhnya tinggi semampai. Rambutnya hitam berkilau. Semakin hari kecantikannya, tambah terlihat.

Timun Mas termasuk terlampau rajin membantu ibunya. Ia tetap menemani ibunya mencari kayu bakar di hutan. Kebaikan hati Timun Mas membawa dampak Mbok Yem risau kehilangannya. Ia terlampau menyayangi Timun Mas untuk jadi santapan si raksasa.

Tahun demi th. konsisten berganti. Kini, Timun Mas sudah menginjak umur 17 tahun. Sudah waktunya bagi raksasa itu untuk mengambil alih Timun Mas Mbok Yem menyuruh Timun Mas bersembunyi di di dalam kamar. Tiba-tiba, terdengar suara dentuman yang terlampau keras. Itu adalah suara cara kaki si raksasa. Mbok Yem gemetar ketakutan.

“Hai perempuan tua! Mana anak perempuanmu yang sudah kau janjikan untukku ?” teriak raksasa itu.

“Ia tengah mandi di kali, Tuan raksasa. Tubuhnya terlampau bau. Kau tentu tidak akan puas memakannya” Ujar Mbok Yem.

“Baiklah. Aku akan ulang seminggu lagi. Pastikan disaat aku ulang ia sudah siap untuk ku bawa ke hutan.” Ujar raksasa.

“Tentu saja. Tuan. Aku tak akan mengecewakanmu.” Ujar Mbok Yem.

Maka pergilah raksasa itu ulang ke hutan. Mbok Yem dan Timun Mas terlampau lega. Mereka masih memiliki waktu semiggu untuk bersama. Namun, setelah seminggu berlalu dan raksasa itu singgah kembali, ibu dan anak ini tetap tidak berkenan berpisah. Timun Mas ulang bersembunyi. Kali ini di dapur, di di dalam tempayan air yang kosong.

” Hai perempuan tua. Aku ulang untuk menagih janjimu! Cepat serahkan anak perempuanmu.” Teriak si raksasa.

” Maaf, Tuan raksasa. Timun Mas tengah menjajakan kayu ke kampung. Bila saja engkau singgah lebih pagi, engkau tentu berjumpa bersama dengan dia.” Ujar Mbok Yem

Dengan 1/2 marah raksasa itu berteriak. ” Baiklah, ku beri waktu 1 minggu lagi. Jika anakmu tidak kau serahkan kepadaku. Akan ku hancurkan rumahmu.”

Mbok Yem tambah kekuatiran dan bingung denngan ancaman si raksasa. Ia sungguh tidak berkenan anak perempuanya yang terlampau cantik jadi santapan si raksasa yang kejam itu. Melihat suasana ibunya. Timun Mas berkata. ” Ibu, janganlah bersedih. Relakanlah aku jadi santapan raksasa itu.” Ujar Timun Mas.

“Tidak anakku. Ibu tidak akan membiarkanmu jadi mangsa raksasa jahat itu. ibu akan laksanakan apa pun untuk menyelamatkanmu.” Ujar Mbok Yem.

Kemudian Mbok Yem pergi menemui seorang kakek yang sakti tinggal di gunung. Kakek sakti itu mengimbuhkan benih mentimun, sebuah duri, sebutir garam, dan sepotong terasi.

Seminggu kemudian, raksasa itu singgah lagi. Kali ini, si raksasa sudah tidak sanggup menahan emosinya. Kakinya yang besar, di hentak-hentakan ke tanah supaya bumi bergetar.

“Cepat serahkan anakmu atau ku hancurkan rumah beserta dirimu! Aku sudah terlampau lapar!” teriak raksasa.

” Maaf, Tua raksasa. Anakku sudah berjalan ke hutan. Kembalilah engkau ke hutan tempat tinggalmu. Timun Mas sudah berada di sana.” Kata Mbok berbohong.

Pada waktu itu. Timun Mas sudah nampak rumah melalui pintu belakang. Ia membawa semua benda yang di memberikan oleh kakek sakti berasal dari gunung itu. Ketika akan ulang ke hutan, si raksasa memandang Timun Mas berlari berasal dari belakang rumah. Di kejarnya Timun Mas.

Meskipun panik. Timun Ma masih mengingat perintah ibunya untuk melempar sebutir benih mentimun. Benih mentimun itu segera beralih jadi lading mentimun bersama dengan buah yang besar-besar. Karena kelaparan, si raksasa memakan mentimun-mentimun di ladang itu. Setelah keyang. Ia ulang mengejar Timun Mas. Meskipun perutnya yang kekenyangan membawa dampak jalannya jadi lambat. Raksasa itu tetap sanggup mengejar Timun Mas karena cara kakinya yang panjang.

Ketika si raksasa sudah dekat. Timun Mas melemparkan sebuah duri. Duni itu beralih jadi sebuah hutan bambu. Hutan bambu itu memperlambat jalan raksasa itu. Tubuhnya jadi penuh luka karena tertusuk batang bambu.

Namun, raksasa itu tidak menyerah. Ia tetap mengejar mangsanya. Kali ini, Timun Mas melemparkan sebutir garam. Garam itu beralih jadi sebuah lautan yang luas. Raksasa itu perlu berenang untuk mengejar Timun Mas. Ia berhasil, tetapi tubuhnya sudah terlampau lelah.

Raksasa itu konsisten mengejar Timun Mas biarpun sudah kelelahan. Timun Mas melempar sepotong terasi. Kali ini terasi selanjutnya beralih jadi lumpur hisap. Raksasa itu berteriak berharap tolong disaat tubuhnya terhisap lumpur.

Tubuh raksasa yang besar tidak sanggup melawan hisapan lumpur karena kelelahan. Ia pun tewas terhisap lumpur. Maka, tamatlah riwayat raksasa jahat itu. Setelah bebas berasal dari raksasa jahat itu. Kehidupan Timun Mas dan Mbok Yem membaik.

Timun Mas berjumpa bersama dengan seorang pangeran berasal dari negeri seberang. Pangeran itu jatuh cinta kepadanya. Merekapun menikah. Timun Mas dan Mbok Yem diboyong oleh pangeran itu ke istananya. Mereka hidup puas selamanya.

Cerita Rakyat